Dalam hidup dan kehidupan ini sudah tentu kita mengenal istilah tinggi
hati. Terlebih bagi mereka yang pernah mengenyam dunia pendidikan. Baik itu anak-anak, maup
un orang dewasa, bahkan orang tidak pernha mengenyam pendidikan sekalipun, mereka juga tahu apa itu tinggi hati. Ungkapan tinggi hati kita mengenalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, khususnya saat mempelajari kosakata ataupun frase. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata tersebut menggambarkan orang yang angkuh, sombong, dan suka membangga-banggakan diri. Nah, meskipun orang sudah tahu bahwa tinggi hati itu tidak baik, toh manusia masih saja melakukannya.
un orang dewasa, bahkan orang tidak pernha mengenyam pendidikan sekalipun, mereka juga tahu apa itu tinggi hati. Ungkapan tinggi hati kita mengenalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, khususnya saat mempelajari kosakata ataupun frase. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata tersebut menggambarkan orang yang angkuh, sombong, dan suka membangga-banggakan diri. Nah, meskipun orang sudah tahu bahwa tinggi hati itu tidak baik, toh manusia masih saja melakukannya.
Kesehariannya mereka yang memiliki sifat tinggi hati ini sering kali
membuat orang lain menjadi jengkel akan tingkah laku yang ditunjukkan. Apapun
dilakukannya asalkan itu dapat memuaskan dirinya sendiri. Tak bisa dipungkiri
lagi bahwa sifat jeleknya itu semakin tampak jelas di permukaan. Ada saja
tingkah yang diperbuatnya sehingga orang merasa risih. Orang yang tinggi hati
melakukan itu semua karena menganggap merekalah yang serba tahu, serba
memiliki, nggak ada yang lebih hebat daripadanya. Bahkan terkesan menganggap
remeh orang lain, seakan-akan orang lain tidak bisa seperti dirinya, karena
ialah yang paling jempolan, paling berkuasa, sok hebat, tiada yang bisa
menyaingi, dsb. Mereka bisa berbuat apa
saja, membanggakan yang dimilikilah, pamer hartalah, pokoknya segala yang dapat
menyenangkan hati dan buat orang iri padanya. Tidak hanya dari sisi penampilan, tetapi juga
dari segi lainnya. Adakalanya nggak ambil peduli atas orang-orang di
sekitarnya. Berjalan sambil membusungkan dada, berkacang pinggang, berbicara
sambil mencibir, dan sebagainya.
Dalam pandangan Islam, tinggi hati atau sombong itu tidaklah baik. Apa
yang diperbuatnya memang amat dilarang. Selain mudharat, juga nggak pantas
dilakukan oleh seseorang. Apalagi orang yang berlaku tinggi hati itu berbuat
hanyalah dengan maksud ria dan untuk diperhatikan orang bahwa dia memang hebat,
ingin dipuja dan dipuji. Padahal sebenarnya yang pantas sombong itu hanyalah Allah yang memiliki seluruh alam
beserta isinya ini. Namun, Allah tidak pernah melakukan hal itu meskipun
sebenarnya Dia bisa saja berbuat demikian.
Terlebih karena orang yang sombong itu merupakan temannya setan. Awalnya
memang setanlah makhluk yang mula sekali berlaku sombong dan membanggakan diri.
Setan nggak mau memenuhi perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Karena setan
beranggapan dirinyalah yang lebih sempurna bila dibandingkan dengan Adam yang
terbuat dari tanah.
Selain itu, bersikap sombong termasuk mendatangkan dosa bagi orang yang
melakukannya. Sombong atau tinggi hati dapat menyebabkan celaka dan masuk
neraka di akhirat nanti. Akibatnya, orang yang berlaku sombong tidak memiliki
banyak teman dalam pergaulan, orang pun akan menjauh dari dirinya dan merasa
jijik akan tingkah lakunya itu. Bila orang yang tinggi hati tidak bisa mengubah
sikap, maka dia akan dikucilkan orang sekitarnya. Dia akan dibuang jauh-jauh
dan dalam keadaan sendirian, nggak ada lagi orang yang mau menolong
kesusahannya, juga tidak ada lagi yang mengopeninya karena keangkuhannya itu.
Sebagai makhluk yang berakal, orang yang dapat membedakan mana baik dan
mana yang buruk, sudah tentu orang yang bersikap tinggi hati dapat mengubah
sifat tidak baiknya itu dengan cara meninggalkan kebiasaan buruknya itu, bertaubat
kepada Allah SWT, dan tidak bersikap tinggi hati lagi. Jadilah orang yang bisa
membuat orang lain jadi senang tanpa harus membusungkan dada dan orang lain pun
suka berteman dengan kita, sehingga apa yang kita lakukan itu dapat diterima
oleh orang lain dengan rasa senang dan tidak terpaksa.
No comments:
Post a Comment