• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Tinggi Hati

 on Thursday, 22 October 2015  



Dalam hidup dan kehidupan ini sudah tentu kita mengenal istilah tinggi hati. Terlebih bagi mereka yang pernah mengenyam dunia pendidikan.  Baik itu anak-anak, maup
un orang dewasa, bahkan orang tidak pernha mengenyam pendidikan sekalipun, mereka juga tahu apa itu tinggi hati.   Ungkapan  tinggi hati kita mengenalnya  dalam pelajaran bahasa Indonesia, khususnya saat mempelajari kosakata ataupun frase. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata tersebut menggambarkan orang yang angkuh, sombong, dan suka membangga-banggakan diri. Nah, meskipun orang sudah tahu bahwa tinggi hati itu tidak baik, toh manusia masih saja melakukannya.
Kesehariannya mereka yang memiliki sifat tinggi hati ini sering kali membuat orang lain menjadi jengkel akan tingkah laku yang ditunjukkan. Apapun dilakukannya asalkan itu dapat memuaskan dirinya sendiri. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sifat jeleknya itu semakin tampak jelas di permukaan. Ada saja tingkah yang diperbuatnya sehingga orang merasa risih. Orang yang tinggi hati melakukan itu semua karena menganggap merekalah yang serba tahu, serba memiliki, nggak ada yang lebih hebat daripadanya. Bahkan terkesan menganggap remeh orang lain, seakan-akan orang lain tidak bisa seperti dirinya, karena ialah yang paling jempolan, paling berkuasa, sok hebat, tiada yang bisa menyaingi, dsb. Mereka  bisa berbuat apa saja, membanggakan yang dimilikilah, pamer hartalah, pokoknya segala yang dapat menyenangkan hati dan buat orang iri padanya.  Tidak hanya dari sisi penampilan, tetapi juga dari segi lainnya. Adakalanya nggak ambil peduli atas orang-orang di sekitarnya. Berjalan sambil membusungkan dada, berkacang pinggang, berbicara sambil mencibir, dan sebagainya.
Dalam pandangan Islam, tinggi hati atau sombong itu tidaklah baik. Apa yang diperbuatnya memang amat dilarang. Selain mudharat, juga nggak pantas dilakukan oleh seseorang. Apalagi orang yang berlaku tinggi hati itu berbuat hanyalah dengan maksud ria dan untuk diperhatikan orang bahwa dia memang hebat, ingin dipuja dan dipuji. Padahal sebenarnya yang pantas sombong  itu hanyalah Allah yang memiliki seluruh alam beserta isinya ini. Namun, Allah tidak pernah melakukan hal itu meskipun sebenarnya Dia bisa saja berbuat demikian.
Terlebih karena orang yang sombong itu merupakan temannya setan. Awalnya memang setanlah makhluk yang mula sekali berlaku sombong dan membanggakan diri. Setan nggak mau memenuhi perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Karena setan beranggapan dirinyalah yang lebih sempurna bila dibandingkan dengan Adam yang terbuat dari tanah.
Selain itu, bersikap sombong termasuk mendatangkan dosa bagi orang yang melakukannya. Sombong atau tinggi hati dapat menyebabkan celaka dan masuk neraka di akhirat nanti. Akibatnya, orang yang berlaku sombong tidak memiliki banyak teman dalam pergaulan, orang pun akan menjauh dari dirinya dan merasa jijik akan tingkah lakunya itu. Bila orang yang tinggi hati tidak bisa mengubah sikap, maka dia akan dikucilkan orang sekitarnya. Dia akan dibuang jauh-jauh dan dalam keadaan sendirian, nggak ada lagi orang yang mau menolong kesusahannya, juga tidak ada lagi yang mengopeninya karena keangkuhannya itu.

Sebagai makhluk yang berakal, orang yang dapat membedakan mana baik dan mana yang buruk, sudah tentu orang yang bersikap tinggi hati dapat mengubah sifat tidak baiknya itu dengan cara meninggalkan kebiasaan buruknya itu, bertaubat kepada Allah SWT, dan tidak bersikap tinggi hati lagi. Jadilah orang yang bisa membuat orang lain jadi senang tanpa harus membusungkan dada dan orang lain pun suka berteman dengan kita, sehingga apa yang kita lakukan itu dapat diterima oleh orang lain dengan rasa senang dan tidak terpaksa.

Tinggi Hati 4.5 5 Unknown Thursday, 22 October 2015 Dalam hidup dan kehidupan ini sudah tentu kita mengenal istilah tinggi hati. Terlebih bagi mereka yang pernah mengenyam dunia pendidika...


No comments:

Post a Comment

J-Theme